Hubungan
IPTEK Dan Iman Kristen Dalam Alkitab
Alkitab
mengatakan “Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang
yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan (Amsal 1:5).” Dari ayat ini
bisa kita lihat bahwa Allah sebenarnya menghedaki kita manusia untuk terus
mengembangkan diri, menambah ilmu dan pengertian.
Hal ini berarti,
kita tidak perlu menjauhi IPTEK tapi justru terus mengembangkannya menjadi
lebih baik lagi .
Keluaran 35:30-36:1 mencatat bahwa
Allah menunjuk orang-orang yang telah dipilihnya untuk membuat segala keperluan
untuk membangun Bait Allah. melalui ayat ini kita tahu bahwa sumber segala
pengetahuan dan keahlian adalah Allah dan semua itu dipakai untuk melakukan
kehendaknya (Keluaran 36:1) Kejadian 11:1-9 tentang pembangunan menara Babel
menunjukkan betapa manusia begitu sombong dengan kemampuan yang dimiliki.
Mereka menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk mencari nama, membangun
kota dengan menara sampai ke langit supaya Tuhan tidak menyerakkan manusia ke
seluruh bumi. Hal ini melawan kehendak Tuhan yang mengatakan bahwa manusia
harus bertambah banyak memenuhi bumi (Kejadian 1:28) karena itu Allah kemudian
murka kepada manusia dan mengacau balaukan bahasa dan menyerakkan manusia keseluruh
bumi sehingga pembangunan kota itu berhenti.
Dari penjelasan beberapa ayat-ayat
Alkitab di atas, mengindikasikan bahwa ilmu pengetahuan memberi dampak yang
kurang baik bagi relasi antara manusia dengan Allah, sehingga ilmu pengetahuan
dengan theology (iman Kristen) menjadi
sesuatu yang sensitive, padahal ilmu
pengetahuan pada hakekatnya merupakan kemampuan dari manusia yang dapat
memuliakan nama Allah, namun sebaliknyalah yang terjadi.
IPTEK
vs Iman Kriten
Ketika hidup dalam zaman
pengetahuan yang bertambah maka manusia diperhadapka dengan kemajuan teknologi
yang menyebabkan manusia bersifat materialistis. Pengetahuan yang
bertambah-tambah menyebabkan penemuan benda-benda yang baru bertambah-tambah
pula. Produk-produk yang ada sekarang ini lebih canggih ketimbang produk yang
ada dari sebelumnya. Itu semua karena penemuan yang terbaru yang membuat
manusia semakin “gila” dengan rasa ingin memiliki barang yang terbaru entah itu
mobil, perabotan, rumah atau barang mewah lainnya. Manusia semakin bersifat
konsumerisme. Akhirnya manusia mulai lupa akan Tuhan penciptanya.
Dewasa ini didengung-dengungkan bahwa waktu adalah uang. Manusia dituntun bagaimana harus memanfaatkan waktu secara efesian dan efektif. Waktu begitu berharga sehingga muncullah segala sesuatu yang bersifat instan sehingga waktu yang kita miliki bagi Tuhan akan bersifat instan. Padahal yang seharusnya kita perlu duduk di kaki Tuhan secara tenang. Materialisme dan Konsumerisme telah melanda dunia dan menyebabkan manusia menjadi demikian “mabuk” untuk menikmatinya, seperti mobil mewah, perhiasan mewah, barang-barang mewah dan sebagainya, khususnya bagi orang Kristen.
Hal
di atas dapat menjadi kisah lima gadis bodoh dan lima gadis bijaksana. Kecepatan pertimbangan teknologi
khususnya teknologi komunikasi mempunyai dampak yang cukup besar bagi
masyarakat. Namun yang tetap harus diberi perhatian adalah media komunikasi
massa memiliki dimensi ganda dan sifat yang ambivalen. Pada satu titi media ini
berperan stategis untuk mempercepat informasi. Pada sisi lain media komunikasi
massa tidak dapat disangkal acap kali menyuguhkan serta menstanfer nilai,
pemikiran gagasan yang tidak senapas dengan nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat. Film-film adegan-adengan seks,kekerasan/sadisme dan lain-lain. Moderenisasi memang mengubah pola
hidup seseorang menjadi cara hidup yang lebih mudah. Dengan adanya modernisasi
itu juga setiap orang dapat mengikuti perkembangan zaman menurut era
globalisasi saat ini. Adanya modernisasi manusia dimanjakan oleh berbagai macam
kecanggihan sesuatu hal yang ia butuhkan akan terpenuhi dengan cepat hal
tersebut menimbulkan sifat ketergantungan dan sifat yang tak mau bersifat kerja keras
juga sifat individualistik dapat terjadi.
Penjelasan di atas memberi
pemahaman bahwa kemajuan IPTEK memberi pengaruh yang negative bagi manusia
khusus bagi iman Kristen, persaingan antara IPTEK dan iman Kristen begitu ketat
dalam kehidupan warga gereja.
[1] https://id.scrid.com / doc/ 208876285
/makalah-Ipteks-terhadap-Kristen
[2] Harolde V. Loloang, Teologi dan Teknologi Modern, (Malang
:Gandum Mas, 2006) .hlm. 10-11
[3] Weinata Sairin, iman Kristen dan Pergumulan Kekinian,( Bandung:
Bina Media informasi, 2012). Hlm.172-173
[4] https://mgmppakboyolali-wordpress-com
.cdn.ampproject.org/v/s/mgmppakboyolali.wordpress.com/2017/03/13modernisasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar